Dalam puisiku ibu,
aksaraku terpasung dan membisu.
tumpul gerak jemariku,
sebab tak mampu melukiskan
indahnya kasih sayangmu.
bagiku ibu,
kaulah malaikat,
yang tak pernah lelah menjagaku,
kaulah anugerah terindah,
yang pernah tercipta dalam hidupku,
kasihmu yang tak berbatas,
bak lentera penerang jiwa.
kumohon dekaplah aku dalam pelukanmu,
lebih erat dari yang kau mampu,
biar kurebahkan segala penatku.
dan semoga kelak,
Tuhan memberiku kesempatan, untuk menjadi penghuni telapak kakimu.
Sabtu, 25 April 2015
Sepanjang kasihmu ibu.
Langganan:
Komentar (Atom)