Demi cinta,
aku percaya kau tak buta,
seperti pagi yang tak punya mata,
atau semilir angin,
yang membiarkan waktu,
berlalu begitu saja.
Demi segala yang kulalui,
dengan isyarat-isyarat yang tak bisa kau pahami,
sebagaimana yang tak kau ketahui,
aku hanya bisa bersembunyi,
di balik mataku sendiri,
dari perasaan-perasaan yang kini,
menguburku di dalam sunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar