Tweet oleh @11304679

Jumat, 05 Februari 2016

kamu

Kamu;
Seseorang yang melengkapi,
pada ruas jemariku,
dan sebuah kehilangan,
pada tulang rusukku.

Kamu;
Sebuah musim selain hujan.
Atau kemarau,
yang mengeringkan basah,
di kedua mataku.

Kamu;
Sebuah pelukan,
yang menghangatkan.
Juga semilir angin,
yang tak menggigilkan.

Tinggallah untuk waktu yang lebih lama.
untuk melengkapi diksi,
dalam setiap bait puisi;
yang kutulis,
dengan air mataku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar